Menu ☰
8 Alasan Untuk Hidup Sederhana di Usia Muda Part 2

4. Dengan terbiasa hidup sederhana, anda jadi individu yang tahan nelangsa. Bisa menghadapi apapun ke depannya

Saat anda kejam untuk dirimu sendiri, dengan menampik segala kemauan yang nggak penting, rasanya memang nelangsa. Untuk meminimalisir pengeluaran, ongkos makan pun anda batasi maksimal Rp30.000 per hari. Kalau masih lapar, ya minum air putih banyak-banyak. Kebiasaan hidup ‘menderita’ ini memang terasa ngenes bila kamu bayangkan. Tapi sebenarnya anda sedang mengajar dirimu sendiri guna menghadapi segala situasi.

Terbiasa hidup tidak cukup dan menderita, serta tidak sedikit keinginan ini tersebut yang nggak terjangkau karena anda terlalu ‘pelit’ untuk menerbitkan uang guna hal-hal yang esensial, bakal membuatmu menjadi individu yang kuat. Kamu pun nggak gampang menyerah dan bekerja lebih giat supaya nanti keinginan-keinginanmu itu dapat tercapai tanpa mengorbankan hal-hal lainnya. Walaupun begitu, ketika uangmu telah banyak, seringkali kamu jadi nggak pingin-pingin lagi.

8 Alasan Untuk Hidup Sederhana di Usia Muda Part 2
8 Alasan Untuk Hidup Sederhana di Usia Muda Part 2

5. Jika yang biasa saja sudah lumayan memenuhi kebutuhanmu, mengapa harus bermewah-mewah? Mensyukuri keberhasilan dapat dilakukan dengan tidak membuang-buang uang

“Tong, ini makanan kok dibuang-buang sih?”

“Oh, iya. Itu gue beli hanya pengin aja. Eh ternyata nggak enak.”

Selama ini mungkin anda memandang guna menghargai kerja kerasmu sekitar ini, maka anda membiarkan dirimu tidak banyak bersenang-senang. Karena itu, Menurut Agen Judi Online Terbesar Dan Terbaik nggak terdapat salahnya menuruti masing-masing keinginanmu yang masih terjangkau. Tetapi melakukan pembelian apapun yang anda inginkan, dan pada kesudahannya barang atau makanan tersebut malah mubadzir jelas bukan salah satu format mensyukuri apa yang telah anda dapatkan.

Menghemat pengeluaran dan memperhitungkan segalanya supaya tidak terdapat yang terbuang malah menjadi format penghargaan terhadap kerja kerasmu sekitar ini. Mencari duit jelas susah. Sayang banget kan kalau melulu kamu buang-buang?

6. Sekarang mungkin anda punya dana. Tapi andai nanti sumber danamu terbatas, dan anda terlanjur terbiasa memanjakan diri sendiri bagaimana?

Karena anda tidak tahu apa yang menantikan kita di depan, jangan berpendapat bahwa sumber danamu selamanya. Meski saya dan anda selalu mengharapkan yang baik-baik, bukan berarti anda harus abai dengan bisa jadi buruk yang barangkali saja datang. Bukankan seluruh orang tahu bahwa hidup tersebut seperti roda yang berputar. Ada kalanya di atas, dan sering pun di bawah. Kalau anda terbiasa memanjakan dirimu sendiri dengan menuruti seluruh kemauan, dan suatu ketika nanti anda sedang di situasi sulit, bagaimana? Penderitaanmu bakal semakin berlipat-lipat.

Jika anda terbiasa pelit pada dirimu sendiri, walau sebenarnya anda punya dana, dengan sendirinya anda sudah menempa dirimu guna lebih kuat. Hidup simpel dan sedikit tidak cukup serta keinginan-keinginan yang tidak terpenuhi bukan masalah lagi. Kamu bakal tetap semangat, dan bekerja keras untuk membetulkan keadaan.

7. Penting! Pelit ke diri sendiri buat kamu lebih gampang untuk nggak pelit ke orang lain

Selalu pelit untuk diri sendiri, tidak berarti anda pelit pun kepada orang lain. Justru anda akan lebih peka dan rasa empatimu bakal terbentuk dengan sendirinya, seiring kebiasaanmu yang tidak tidak mempedulikan dirimu larut dalam kemewahan. Karena anda tahu rasanya hidup kekurangan, anda jadi nggak segan-segan menolong orang-orang yang membutuhkan.

8. Sekarang mungkin anda menderita sebab serba kurang. Tapi suatu ketika nanti, anda akan merasa beruntung sebab bersikap pelit pada diri sendiri

Ibarat padepokan silat, ketika ini hidupmu sedang dalam masa penggodokan. Kamu mesti dapat menempa dirimu sendiri guna menjadi sosok yang powerful dan siap dengan segala kejadian. Mungkin ketika ini anda sedikit menderita dan nggak dapat keren-kerenan gawai atau fashion dengan teman-temanmu yang lain. Tapi yakin saja bahwa ini ialah persiapanmu menyambut masa depan. Suatu ketika nanti anda akan bersyukur: ah, ternyata kelaziman pelit ke diri sendiri memang buat untung.

Bersikap pelit pada diri sendiri bukan berarti anda kejam dan nggak menyukai diri. Justru sebaliknya: anda paham bahwa sifat anti-hedon mesti dilazimi dari kini juga. Demi masa mendatang yang sebaik-baiknya!

Categories:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *