Menu ☰
5 Mitos Malam Pertama

Perhatian: tulisan ini berisi konten 17+
Apa yang buat deg-degan sesudah akad nikah dan resepsi? Hehe. Tentu saja anda tahu ini pertanyaan mengarahnya ke mana. kedip-kedip

Iyak, betul sekali. Kita sedang merundingkan tentang malam kesatu sebagai pengantin baru. Malam di mana seluruh kecanggungan dan rasa penasaran kesudahannya bertemu. Akhirnya dapat bobok bersama sama pasangan halal, masing-masing malam nggak sendiri lagi sebab sudah terdapat yang menemani.

Menjelang malam kesatu, berjuta rasa tentu sedang campur aduk di dalam dada. Duh aduh, mitos-mitos yang beredar di luar sana bener nggak ya? Gimana bila ekspektasi nggak cocok sama realita? Nah biar sejumlah pertanyaanmu terjawab, yuk intip dulu sejumlah mitos mengenai malam kesatu ini dan bagaimana tanggapan mereka yang telah merasakannya.

1. Ekspektasi: kelar resepsi, malamnya akan langsung beraksi

5 Mitos Malam Pertama
5 Mitos Malam Pertama

Kenyataan 1: Dua-duanya ketiduran. Capek berdiri nyalamin ribuan tamu resepsi seharian.

Sudah sah jadi suami-istri, pesta pernikahan sudah berlalu dilaksanakan, kemudian tibalah masa-masa istirahat yang ditunggu semua orang yang keletihan mengurusi pesta pernikahan. Sebagai pasangan baru halal, harapannya sih malam ini dapat langsung tancap gas, bobok bersama layaknya lelaki dan wanita. Tapi prakteknya nggak semulus harapan.

Kenyataan 2: Malah datang bulan! Deuh, Dek.

Tanggal pernikahan seringkali dipilih sedemikian rupa dengan sekian banyak pertimbangan. Kalender kesuburan pun dapat jadi salah satu hal yang menilai, kalau dapat pas malam kesatu tidak boleh sampai bertepatan sama jadwal menstruasi pengantin wanitanya. Tapi yang namanya situasi tubuh suka berubah-ubah, direncanakan gimana pun kalau si bulan menyimpulkan datang di malam kesatu, ya apa boleh buat~

“Deg-degan bakal sakit, deg-degan terdapat bercak darah di seprei jadi ketauan kalo udah bgituan, dan menyangga malu diberi tatapan bertolak belakang dari orang lokasi tinggal pas pagi-pagi terbit kamar sesudah malam kesatu. Tapi gue merasa bersyukur krn abis akad nikah gue mens. Jd “malam kesatu” gue mundur berapa hari.” (Tisya)

2. Ekspektasi: siap-siap cuci seprei. Habis malam kesatu tentu ada bercak darah

Kenyataan 1: Nggak pun kok. Kondisi selaput dara masing-masing perempuan tersebut beda-beda, belum pasti berdarah.

Memang seringkali hubungan intim kesatu tersebut identik dengan darah dari selaput dara yang baru robek. Tapi ternyata ini nggak mutlak terjadi. Nggak seluruh selaput dara tersebut kondisinya sama. Lagipula, robeknya selaput dara sebetulnya berarti penetrasi dilaksanakan saat si wanita belum terangsang sempurna. Ini mengakibatkan respon seksual yang tidak sempurna sebab organ reproduksi belum sepenuhnya melentur. Jadi, dapat saja bila responnya sempurna, selaput dara justeru nggak robek dan nggak berdarah deh.

Baca dulu deh mitos-mitos mengenai selaput dara yang pernah Agen Judi Online Populer Dan Terbaik terbitkan, mungkin dapat jadi petunjuk menghadapi kekhawatiran malam kesatu.

Kenyataan 2: Belum pasti perlu cuci seprei, nggak lebay pun kali darahnya.

Buat yang baru kesatu kali inginkan berhubungan, imajinasi akan nggak kekontrol banget pastinya. Udah dikasih tau bahwa akan ada darah gitu sih. Jadi kebayang gimana bila heboh bercaknya di sana-sini. Duh, pagi-pagi harus nyuci seprei nih. Hold on! Imajinasi tidak boleh berlebihan. Biasa aja kok ternyata 🙂

“Gue bayangin akan ada darah gitu di seprei, taunya sih enggak terdapat tuh. Malah adanya di celana dalam pas inginkan pipis paginya.” (Karina)

 

Categories:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *